“Pemprop Jabar kangkangi Pemerintah Pusat, UMKM warteg Bandung tidak mendapat perhatian dan belum tersentuh pembinaan” Ketum HPWBR

  • Bagikan

Bi1sa.com Bandung. Siapa yang tidak mengenal kuliner warung tegal atau yang lebih disingkat dengan WARTEG. Warteg yang merupakan kuliner tradisional ini tumbuh nyaris di seluruh pelosok Indonesia khususnya yang berada di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

Namun ternyata para pengusaha warteg yang berada di wilayah kota Bandung belum pernah mendapatkan perhatian pemerintah provinsi Jawa Barat maupun provinsi maupun Pemerintah Kota Bandung secara khusus, terlebih di era pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM darurat yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Saat Tim media Bi1sa.com menyambangi kantor DPP Himpunan Pengusaha Warteg Bandung Raya (HPWBR) diterima langsung oleh Tantang Supriadi selaku ketua umum.

Dalam wawancara nya dihadapan awak media Bi1sa.com Selasa (13/7/2021) wilayah Cibeunying Kidul. Tatang menuturkan” Himpunan pengusaha warteg Bandung Raya berdiri sejak 2019 kami memiliki 600 anggota pengusaha warteg yang berada di wilayah Bandung Raya hingga Subang.

Dalam ungkapannya Tatang meminta kepada pemerintah agar para pengusaha warteg yang Dengan gigih mempertahankan ciri khas Kuliner Nusantara khususnya kuliner Tegal.

“Kami tidak pernah diberikan pembinaan baik secara pembinaan pengemasan pengurusan surat menyurat terlebih kucuran kredit modal lunak kami belum pernah mendapatkan perhatian hal tersebut oleh pemerintah kota Bandung maupun Provinsi Jabar terlebih pemerintah pusat.

Apalagi saat ini Koperasi dan Usaha kecil dan menengah memasuki ulang tahunnya yang ke 74. Jadi saya meminta agar pemerintah pusat, provinsi maupun daerah bisa memberikan perhatian kepada kami secara khusus mengingat banyaknya kuliner impor yang membanjiri di wilayah Indonesia khususnya Kota Bandung” Ungkap Tatang Surpriadi.

Red

  • Bagikan