Prof.Nidom dari Professor Nidom Foundation menanggapi Video Viral “Satpam Test Air Keran dengan Alat Test Kit Covid-19”

  • Bagikan

Bi1sa.com – Seorang ahli dan Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular, Profesor drh Chairul Anwar Nidom memberikan tanggapan yang serius tentang adanya sebuah Video viral di masyarakat, dalam video tersebut ada seorang yang berseragam Satpam mengambil air keran dengan botol bekas minuman ringan dan air yang ditampungnya dengan botol tersebut diteteskannya ke sebuah Tester kit Covid 19 dan setelah menunggu beberapa saat maka pembacaan yang ditampilkan dalam Tester Kit itu menyatakan Positif Covid-19.

Hal ini telah meresahkan masyarakat karena di video tersebut juga menampilkan narasi agar tidak mempercayai lagi uji hasil Covid-19 yang selama ini dijadikan rujukan seorang pasien dinyatakan positif Covid-19 atau tidak di mayarakat.

Prof. Nidom saat pengujian plasma dingin (Zeta) dilakukan di dalam fasilitas Animal BSL3

Prof. Nidom saat pengujian plasma dingin (Zeta) dilakukan di dalam fasilitas Animal BSL3

Setelah menyaksikan video yang di-share secara online kepada seorang Ahli yang juga pakar dalam mengembangkan riset-riset dan kerja sama dengan pihak luar negeri.

Riset dikembangkan oleh Professor Nidom Foundation (PNF) ini , bahwa “Standart Alat Test yang dipakai pada pengukuran sampel masyakat selama ini kurang memadai, sehingga perlu adanya satu Standart yang disahkan oleh Pemerintah  menjadi acuan bagi pengadaan alat Test ukur sampel Covid-19 yang ada di masyarakat.

“Perlu juga diadakan kalibrasi secara waktu dan interval tertentu pada stok persediaan Test Covid 19 selama ini”begitu ungkap Prof Nidom dengan semangat pada wawancara via telpon kami dari pewarta-indonesia.com kepada beliau (27/7/2021)

Fenomena video yang menampilkan hasil uji dengan menggunakan Test kit Covid-19 ini bisa disebabkan oleh kesalahan kit itu sendiri, yang mengakibatkan terjadinya Misreading / penyimpangan hasil test. ( https://fb.watch/v/1ehPGMsb6/ )

Hal ini bisa disebabkan oleh tatacara penyimpanan yang tidak sesuai sebagaimana mestinya, bahkan kemungkinan adanya video ini disinyalir didorong oleh persaingan bisnis pengadaan Test Kit Covid-19 itu sendiri.H ingga masyarakat jangan segera terpancing oleh isu yang tertampilkan dalam video ini

Prof Nidom, yang merupakan juga seorang Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Universitas Airlangga ini, menambahkan bahwa Standarisasi tersebut diperlukan bukan hanya untuk paket Kit Antigen tapi semua sarana atau fasilitas yang digunakan terkait untuk pengendalian covid,-19 keseluruhan, seperti PCR, kit PCR, masker, agar terjadi yang dinamakan tepat sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, yakni good laboratory practice (GLP) and good manufacturing practice (GMP).

Sampai saat ini tanpa standarisasi tersebut bahkan vaksin saat ini yang diedarkan dan disuntikkan ke masyarakat juga bisa rawan terhadap kemungkinan pemalsuan.

Prof Nidom dalam hal menyampaikan dan menyatakan diri sebagai ketua peneliti dalam riset COVID-19 pada Professor Nidom Foundation (PNF), memberikan himbauan ke masyarakat untuk pelaksanaan vaksinasi selama pandemi COVID-19 dan tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti #pakaimasker, #cucitangan, dan #jagajarak.

  • Bagikan