Wibowo Akhmad, Mengolah Wool Limbah Bulu Domba Dan Mempunyai Potensi Untuk Di Ekspor

  • Bagikan

Bi1sa.com, Wonosobo. Serat alam di Negara Indonesia adalah jenis serat terbaik peringkat kedua setelah Brazil. Demikian yang diungkapkan Wibowo Akhmad selaku praktisi dan penggiat serat alam yang di genggelutinya sejak tahun 1999.

 

Dalam tajuk acara ORBITKAN yang dihadiri oleh redaksi bi1sa.com di kediaman Wibowo Akhmad yang berlokasi di Kramatan Wonosobo Jawa Tengah, Selasa (24/8/2021), pukul 14:00 Wib.

Dalam penuturannya di sesi tersebut ” Saya menekuni sebagai penggiat serat sejak tahun 1999. Terutama jenis serat rami. Setidaknya ada 10 jenis bahan serat alam yang bisa dimanfaatkan dan diolah.

Serat Kapas

Serat ini diambil dari rambut biji tanaman jenis Gossypium. Warna kapas tidak sepenuhnya putih, tetapi ada campuran sedikit warna coklatnya. Untuk tingkat kekuatan serat kapas sangat bergantung pada jumlah selulosanya. Serat kapas bisa diolah menjadi banyak hal, seperti untuk pembuatan benang, kain, perban, atau untuk campuran bahan kerajinan lainnya.

Serat Kapuk

Serat ini diambil dari tanaman kapuk yang biasanya tumbuh di daerah tropis. Serat kapuk sangat lembut dan tidak begitu elastis karena cenderung tipis. Serat kapuk bisa diolah menjadi bahan isian bantal, guling atau boneka, dan lain sebagainya.

 

Serat Rami

Serat ini diambil dari batang tanaman Bochmenrianivea. Serat rami warnanya sangatlah putih, berkilau dan tidak berubah warna. Serat rami juga tidak mudah mengkerut serta tahan dari bakteri atau jamur. Biasanya serat rami digunakan untuk pembuatan kanvas, jala ataupun tali temali.

 

Serat pelepah pisang

Serat ini diambil dari pelepah daun pisang. Karakteristik serat pelepah pisang ialah kering dan agak kuat. Biasanya serat ini bentuknya memanjang dan warnanya cenderung kecoklatan. Namun, untuk teksturnya agak sedikit kasar.

 

Serat Daun pandan

Serat ini diambil dari tanaman daun pandan. Karakteristik serat daun pandan cenderung kering dan tidak terlalu kuat. Bentuknya memanjang dan sedikit berwarna kecoklatan. Teksturnya juga agak kasar. Serat daun pandan bisa diolah menjadi kerajinan anyaman, seperti sandal, tempat tisu, ataupun kerajinan lainnya.

 

Serat sutra

Serat ini diambil dari kepompong larva ulat sutra Murbei. Teksturnya lembut dan tidak licin. Untuk warnanya cenderung bervariasi, tergantung pada jenis iklim. Setelah dipintal, serat sutra akan berbentuk seperti benang. Serat sutra sering digunakan dalam bahan pembuatan tekstil, misalnya untuk pakaian, benang, kain atau lain sebagainya.

 

Serat wol

Serat ini diambil dari bulu hewan domba atau alpaca. Karakteristik serat wol tidak terlalu kuat dan cenderung keriting. Warnanya putih dan teksturnya lembut. Serat wol bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan pakaian dan peralatan rumah tangga, seperti karpet, kursi, tirai, selimut, dan lainnya.

 

Serat sapi

Serat ini diambil dari kulit sapi. Karakteristiknya cenderung lentur, awet dan mudah diolah. Jenis serat kulit sapi bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan pakaian, seperti sepatu, jaket atau lainnya.

 

Serat unta

Serat ini diambil dari bulu hewan unta. Testurnya lembut, agak kering dan kuat. Warnanya ada yang putih, kecoklatan atau agak kekuningan. Biasanya serat unta dimanfaatkan untuk bahan pembuatan kerajinan tenun, rajut, bahan pakaian hangat atau lainnya.

 

Serat kelinci

Serat ini diambil dari bulu hewan kelinci. Karakteristiknya agak keriting dan tidak terlalu kuat. Warnanya putih dan teksturnya lembut. Serat kelinci sering dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan pakaian, campuran benang, bahan kerajinan atau lainnya.

 

Kami mengembangkan serat alam jenis wool ini baru berjalan tiga tahun. Artinya serat alam sejati nya kalau kita tekuni dan di support oleh pemerintah. Maka kita bisa menghasilkan jenis tekstil dan baju maupun semisal nya akan tetap fashionable. Dan tidak perlu import.

Contoh kecil wool yang merupakan jenis serat alam yang dihasilkan oleh hewan domba. Dan jenis domba Wonosobo termasuk jenis Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) Kabupaten Wonosobo. Awalnya jenis domba ini dikenal dengan nama Domba Texel, namun semenjak tahun 2006 disebut dengan nama Dombos (Domba Wonosobo), seiring dengan diresmikannya nama tersebut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

 

“Domba Wonosobo atau disebut dengan Dombos telah ditetapkan sebagai salah satu rumpun ternak lokal Indonesia, berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 2915/Kpts/OT.140/ 6/2011,”.

Jadi saya berpesan pada kaum milenial agar jangan malu untuk menggeluti ternak Domba Wonosobo. Bukan hanya daging nya yang dapat di ambil. Ternyata bulu nya pun punyapun bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah bahkan bisa menjadi eksportir wool ke mancanegara” pungkas Wibowo Akhmad (Penggiat Serat alam).

 

Red

  • Bagikan