Saor Marpaung Sam Js : “Ada Kesengajaan Oknum Pejabat Jiwasraya Dalam Skandal Pailitkan Perusahaan”

  • Bagikan

Bisa.com. Serapihnya bangkai di tutupi, pasti tercium juga aroma baunya. Mungkin pepatah ini yang paling pas untuk Asuransi Jiwasraya. Mega skandal korupsi yang terjadi di asuransi Jawasraya akhirnya terbongkar juga.

Seorang karyawan PT. Asuransi Jiwasraya, Saor Marpaung Sam Js, yang telah pensiun per 1 September 2021. Saat Crew Bisa.com dan rekan media berhasil mewawancarai beliau yang berlokasi di Hotel Teraskita Cawang Jakarta Managed By DAFAM, Senin (30/8/2021).

Saor Marpaung Sam Js menjelaskan “Ada kesengajaan para oknum pejabat Jiwasraya untuk melakukan pembusukan dan pembangkrutan perusahaan BUMN itu, yang pada akhirnya dipaksa dipailitkan.

“Tidak kurang dari 5 juta nasabah perusahaan asuransi tertua di Indonesia ini harus menelan pil pahit akibat kelakuan bejat para oknum pengelola yang amat tidak bertanggung jawab tersebut.

Kata Saor Marpaung, awal mulanya permasalahan Jiwasraya ini ketika terjadi negative cashflow di perusahaan sampai-sampai perusahaan ini mengirim surat ke Customer Mitra Bank sebagai Agen penjual menyatakan ketidak mampuan bayar yang pada akhirnya di-blow up keluar secara besar-besaran yang disebut gagal bayar (delay payment) dana sebesar 802 miliar pada Oktober 2018.

Hal itu menimbulkan ketidak percayaan Para Customer Polis Buncassurance terhadap Perseroan Jiwasraya. Apa lagi ditambah statement Dirut Jiwasraya yang memperburuk keadaan atas ketidakmampuan bayar polis tersebut. Pada saat itu Dirut Perseroan Jiwasraya tampil ke ruang publik mengumumkannya persoalan gagal bayar polis, sehingga dampaknya terjadi RUS ketidak percayaan para Pemegang Polis asuransi Jiwasraya.

Mereka (Para Nasabah) berbondong-bondong melakukan panarikan uang polis /penebusan polis secara besar-besaran. Dari delay-payment awalnya hanya 802 Miliar berubah menjadi liabilitas perseroan meningkat sebesar 16,8 Triliun. Seiring waktu berjalan Manajemen tidak menunjukan itikad baiknya artinya tidak ada perbaikan-perbaikan kinerja perseroan justru yang terjadi sebaliknya melakukan perusakan terhadap internal perseroan.

Sebagai informasi pada saat itu ada 7 bank sebagai mitra Agen Penjual Produk Saving Plan Jiwasraya yang diduga sebagai penyebab utama masalah delay payment.

Lebih lanjut diungkapkan Saor, ketika kondisi perseroan cash flow negatif seharusnya manajemen Jiwasraya tidak melakukan perobahan organisasi pemasaran, para pencari premi ini yang ditempatkan di kantor Cabang, kantor Wilayah itu ditarik semua ke kantor pusat. Selanjutnya produk selama ini diminati masyarakat juga ditutup, alasannya bunga terlalu tinggi sehingga ditariklah produk saving plan itu, kemudian manajemen AJS hanya memperbolehkan menjual 2 produk unitlink saja itu juga masalahnya, tanpa berinovasi menjual produk Tradisional kembali.

Kata saor, yang menjadi persoalan mendasar adalah menutup kantor cabang dan kantor wilayah Jiwasraya diseluruh Indonesia. Selanjutnya kata saor, Manajemen membuat program Restrukturisasi Polis Konsumen eksisting untuk diganti polis baru dengan manfaat yang tidak standar diindustri perasuransian, persoalan yang kedua Menajemen AJS melakukan cutoff Polis Asuransi milik Konsumen secara sepihak per 31 Desember 2020.

Publik perlu melakukan gugatan dan meminta pertanggung jawaban, tidak hanya kepada para pengelola PT. Asuransi Jiwasraya bersama mitra kerjanya, tapi juga kepada Pemerintah Republik Indonesia” Geram Saor Marpaung.

Red

  • Bagikan