PRESS RELEASE : FORUM UKHUWAH ISLAMIAH NKRI

  • Bagikan

PRESS REALEASE

============

 

FORUM UKHUWAH ISLAMIYAH NKRI

Adalah komponen masyarakat kaum muslimin yg terdiri dari para Purnawirawan TNI, para Ustadz, aktivis Da’wah, aktivis pro demokrasi, praktisi hukum, pengurus masjid dll, menyikapi penangkapan Ulama dengan tuduhan Terorisme Forum Ukhuwah Islamiyah NKRI yang Anti Pemahaman Teroris dan berbagai tindakan turunannya yang merugikan masyarakat seperti bom bunuh diri, ajakan memberontak pemerintahan yang syah dan lain-lain, menyampaikan surat kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bapak Jendral Listyo Sigit Prabowo yang pada intinya kami FUI NKRI meminta agar ketiga Ulama yg ditangkap: Ust Farid Okbah MA, Ust DR. Zain an Najah dan Ust DR. Anung Alhamat segera dibebaskan sebab sepengetahuan kami dan para aktivis Da’wah mereka bukan teroris karena dalam setiap Da’wah nya mereka justru menasihati orang orang berpemahaman takfiri ; yg suka mengkafir kafirkan sesama muslim karena itu bertentangan aqidah Islam yang haq.

Hal-hal berikut yang dapat menjadi pertimbangan Bapak Kapolri untuk segera membebaskan ke tiga Ulama tersebut adalah:

 

1. Aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ustadz Ahmad Zain An-Najah dan Ustadz Anung Al-Hamat adalah aktivitas yang disyariatkan dalam Islam sebagai seorang Ulama yang jauh dari pemahaman teroris yang menyimpang dari Syariat.

 

2. Beliau bertiga adalah Ulama yang Lurus, pendakwah yang dikenal santun, memiliki banyak murid dan telah banyak berkhidmat untuk melayani umat, dan tidak ada satupun dakwahnya mengajak untuk menjadi Teroris atau memberontak kepada pemerintahan yang syah karena hal tersebut sesuatu yang haram dalam pemahaman kami dan ketiga Ulama kami.

 

3. Tindakan kriminalisasi terhadap ulama, akan menimbulkan kesan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi anti Ulama, anti Islam. Pembebasan Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ustadz Ahmad Zain An-Najah dan Ustadz Anung Al-Hamat, adalah sebagai bentuk nyata bahwa Pemerintahan Jokowi tidak anti Ulama dan anti Islam.

 

4. Terdapat potensi besar kemarahan Umat Islam dari berbagai kalangan yang tidak terkontrol, yang karena kelemahan ilmu mereka dan mengedepankan emosi dapat membuat kerusuhan yang meluas diberbagai tempat, hal itu bisa terjadi karena ketiga Ulama tersebut adalah Ulama-ulama yang diterima, bahkan dicintai dibanyak kalangan karena ketinggian Ilmu dan Pemahamannya yang Lurus, termasuk masyarakat awam Ilmu agama yang dengan mudah dapat terprovokasi.

5. Berbagai Kesaksian bahwa Ustadz Faridz Ahmad Okbah diberbagai Forum memberikan wejangan bahwa orang yang suka ngebom-ngebom harus disadarkan dan harus diberi kegiatan yang positif yang tidak lagi melanggar konstitusi, bertaubat serta meninggalkan kekerasan.

 

6. Sementara Dr. Zain An-najah, merupakan ulama yang fleksibel, bahkan ketika ia ditanya tentang orang yang sering menyalahkan Presiden Jokowi, Dr. Zain mengeluarkan jawaban diluar dugaan penanya, Ia menjawab Presiden Jokowi tidak dapat sepenuhnya disalahkan, karena banyak pembantunya. Indonesia menurutnya, terlalu luas jika diurus oleh satu orang.

 

7. Terkait Ustadz Anung Alhamat, yang bersangkutan sangat jauh dari pikiran radikal terlebih terorisme. Karena menurut Dr. Anung, jihad sendiri harus ada syarat-syarat yang terpenuhi, bukan asal menyerang dan mengebom sebagaimana yang dilakukan oleh para teroris yang suka ngebom.

8. Ustadz Ahmad Taqiyudin, Lc. di wall facebooknya, mengatakan dirinya hampir menjadi seorang takfiri (orang yg suka mengkafir-kafirkan) karena banyak membaca buku-buku yang mengarah ke paham tersebut. Ia yang ketika itu menjadi pelajar di Pesantren Tinggi Al-Islam dinasehati oleh Ustadz Farid Ahmad Okbah bahwa jangan mudah mengkafirkan. Umat Islam harus banyak referensi supaya tidak mudah menyebut orang lain Kafir. Bahkan, Ustadz Taqi akhirnya membuat tulisan “Dikafirkan Tapi Tidak Kafir” dan yang menjadi pengantar adalah Ustadz Farid Okbah, Alhamdulillah salah satu contoh murid Ustadz Farid Okbah yang menjadi lurus dari pemahaman Takfiri.

 

9. Terakhir adalah sekian banyak alumni Pesantren Tinggi Al-Islam yang berinteraksi dengan Dr. Zain An-Najah sebagai pengajarannya, menegaskan bahwa Dr. Zain (guru mereka) bukanlah seorang ekstrimis apalagi teroris. Karena tak pernah satu patah kata pun yang disampaikan kepada muridnya agar melakukan tindakan teror. Hal ini dikarenakan Dr. Zain merupakan pakar Fiqih, sehingga mustahil bagi seorang pakar Fiqih meminta muridnya atau jamaah pengajian melakukan teror atas nama jihad karena jelas larangannya.

 

Demikian Bapak Kapolri dapat Kami sampaikan, ke 9 poin di atas adalah hal yang sangat penting bagi keamanan, kenyamanan, kerukunan berbangsa dan beragama, oleh karenanya kami memohon agar Bapak dapat segera membebaskan ketiga Ulama kami tersebut.

 

FORUM UKHUWAH ISLAMIYAH NKRI Mayjen. (Purn) Dedi S. Budiman, Kol. (Purn) Sugeng Waras, Kol. (Purn) Dedi Hamdani Suhardjo, Rizal Fadhilah, S.H. MH, Adang Suhardjo, SE.Ak, DR. Abdul Chair Ramadhan SH, MH, bennie fatah akbar, Ismar Syaf, S.H. MH, Djudju Purwantoro, SH , MH, Daden Robi Rahman, MA, Drs. Dedi Setiadi, Memet Hakim, Ibrahim Okbah, Spd, Drs. Anton Asy Syaqofi , Taufik Hidayat , Ir. Rulli Burhan, Mohammad Ismed, Drs. Heri Purwanto, M.Pd, Abdul Azis Abu Bakar.

Adapun Surat kami ini kami tembuskan antara lain ke: Presiden Joko Widodo, Menhankam, Panglima TNI, Kepala Badan Intelejen. Negara, PP Muhammadiyah, PP Persis, PB NU dll.

 

Hormat kami;

FORUM UKHUWAH ISLAMIYAH NKRI

  • Bagikan